Jurnal JUM'AT - 9 April 21

   Assalamualaikum wr wb

Pak Dhe Fais melaporkan. Opening pagi ini kami laksanakan dengan Zoom meeting. Pada hari ini Jumat, 26 Sya'ban  1442 H / 9 April 2021 Materi opening pagi ini adalah Sabar Menahan Amarah. Materi ini kami ambilkan dari hikmah pagi. Kami juga senantiasa mengajak peserta didik untuk: 
  1. Tertib melaksanakan giat pagi.  
  2. Tertib dg protokol kesehatan. 
  3. Berdo'a mohon keberkahan pada Bulan Rajab dan sya'ban serta dipertemukan dengan bulan Ramadhan 1442 H.
  4. Amalan dihari jumat. 
๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€๐Ÿš€
Dokomentasinya adalah sebagai berikut

Nah, Kegiatan setelah opening dan sebelum mengajar adalah membaca HIKMAH PAGI dan HIKMAH RAMADHAN dari BPI Yayasan Nur Hidayah Surakarta. Untuk Hikmah Pagi hari ini adalah:

=========================================================================

Hikmah Pagi

Edisi Jum'at, 26 Sya'ban 1442 H / 09 April 2021 M 

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ

"*Sabar Menahan Amarah*"  

๐ŸŒดSaat Nabi Ya’qub  (Ayah Nabi Yusuf) menerima khabar bahwa Nabi Yusuf dimakan  serigala, yang beliau katakan adalah “fashabrun jamiil”. dalam Al Qur’an Surat Yusuf ayat 18:

Artinya: Dan mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) darah palsu. Dia (Yakub) berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu; maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.”

๐ŸŒดKesabaran menahan amarah juga ditunjukkan oleh Nabi Yusuf. Di penghujung kisah Nabi Yusuf, saat Nabi Yusuf telah menjadi orang besar dan para saudaranya yang dahulu berusaha mencelakakan beliau , kini mereka meminta maaf , beliau tidak memarahi ataupun mencaci maki. Justru beliau berkata, sebagaimana di dalam al-Quran Surat Yusuf ayat 92:

Artinya : Dia (Yusuf) berkata, “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni kamu. Dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.

 Bayangkan, bukan hanya tidak mencela, beliau bahkan mendoakan dan menghibur saudara-saudaranya tersebut. Luar biasa tingkat kesabaran yang beliau tunjukkan."

๐ŸŒดDan sungguh tepat momentum Ramadhan kita gunakan untuk lebih bersabar dalam menahan amarah. Dalam kitab shahih Muslim kita menemukan Hadith Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

Artinya: Jika salah seorang diantara kamu berpuasa, hendaklah dia tidak berkata-kata yang kotor ataupun melakukan perbuatan yang bodoh. Dan jika ada seseorang yang mencelanya atau mengajaknya bertengkar maka hendaklah ia berkata, “Sesungguhnya aku seorang yang berpuasa, sesungguhnya aku seorang yang berpuasa.” (HR. Muslim).*

~-~~~

ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡

Reshared by #BPI Yayasan Nur Hidayah
#LKSA Nur Hidayah
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨

=========================================================================

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hikmah Ramadhan
Edisi 26 Sya'ban 1442 H / 9 April 2021 M 

๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ๐Ÿ’ซ
Penerapan Wasathiyah di Bulan Ramadhan
✨✨✨✨✨✨✨✨
Oleh : Achmad Rasyid Ridha

๐ŸŒด Secara Bahasa, wasathiyah artinya pertengahan atau moderat, tidak ekstrim, tidak berlebihan. Wasathiyah merupakan anugerah dari Allah yang diberikan kepada manusia melalui risalah Islam. Jika konsep ini diimplementasikan dalam kepribadian seorang Muslim, akan terjadi keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan dunia dan akhirat. Dari konsep ini menjadi landasan relasi antara manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan sesamanya. Allah berfirman: 

ูˆَูƒَุฐَู„ِูƒَ ุฌَุนَู„ْู†َุงูƒُู…ْ ุฃُู…َّุฉً ูˆَุณَุทًุง ู„ِุชَูƒُูˆู†ُูˆุง ุดُู‡َุฏَุงุกَ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ูˆَูŠَูƒُูˆู†َ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุดَู‡ِูŠุฏًุง

Artinya: “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”

๐ŸŒด Seorang Muslim juga akan memahami alam semesta ini berjalan dengan konsep keseimbangan, yang jika keseimbangan itu terganggu maka akan menimbulkan ketidakserasian. Dengan demikian, jika konsep wasathiyah tidak dipahami dan diamalkan dengan baik, maka akan mengakibatkan ketimpangan-ketimpangan yang dapat berpengaruh dalam tatanan kehidupan. 

๐ŸŒด Nilai wasathiyah juga harus diterapkan dalam menjalankan bulan Ramadhan. Di antara wasathiyah dalam menjalankan Ramadhan adalah sebagai berikut: 

1. Makan dan minum tidak berlebihan.  

Salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan di bulan Ramadhan ketika berbuka, makan terlalu banyak dan tidak bisa mengontrol diri setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Makan dan minum sampai kenyang memang memberikan kepuasan tersendiri. Namun tubuh tidak demikian. Makan berlebihan dari sisi kesehatan bisa membuat perut terasa penuh, kembung, dan diare. Berdampak pada obesitas, kolesterol naik, dan insomnia. Perwujudan dari wasathiyah di bulan Ramadhan adalah berbuka secukupnya, tidak terlalu kenyang dan tidak meninggalkan makan dan minum hingga kelaparan. Allah berfirman: 

ูˆَูƒُู„ُูˆุง ูˆَุงุดْุฑَุจُูˆุง ูˆَู„ุง ุชُุณْุฑِูُูˆุง ุฅِู†َّู‡ُ ู„ุง ูŠُุญِุจُّ ุงู„ْู…ُุณْุฑِูِูŠู†َ

Artinya: “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [QS Al-A’raf : 31]

Nabi Saw juga bersabda:

ู…َุง ู…َู„ุฃَ ุขุฏَู…ِูŠٌّ ูˆِุนَุงุกً ุดَุฑًّุง ู…ِู†ْ ุจَุทْู†ٍ ، ุจِุญَุณْุจِ ุงุจْู†ِ ุขุฏَู…َ ู„ُู‚َูŠْู…َุงุช ูŠُู‚ِู…ْู†َ ุตُู„ْุจَู‡ُ ، ูَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ู„ุง ู…َุญَุงู„َุฉَ ، ูَุซُู„ُุซٌ ู„ِุทَุนَุงู…ِู‡ِ ، ูˆَุซُู„ُุซٌ ู„ِุดَุฑَุงุจِู‡ِ ، ูˆَุซُู„ُุซٌ ู„ِู†َูَุณِู‡ِ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ، ุฑู‚ู… 2380، ูˆุงุจู† ู…ุงุฌู‡، ุฑู‚ู… 3349، ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ุตุญูŠุญ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ، ุฑู‚ู… 1939)

Artinya: “Tidak ada wadah yang dipenuhi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah anak Adam mengkonsumsi beberapa suap makanan untuk menguatkan tulang rusuknya. Kalau memang tidak ada jalan lain (memakan lebih banyak), maka berikan sepertiga untuk (tempat) makanan, sepertiga untuk (tempat) minuman dan sepertiga untuk (tempat) nafasnya. (HR Tirmidzi no. 2380, Ibnu Majah no. 3349, dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab Shahih Tirmidzi no. 1939)

2. Mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa. 

Islam menjauhi sikap memberat-beratkan umatnya ketika menjalankan ibadah. Rasulullah saw menganjurkan untuk tidak meninggalkan makan sahur meskipun hanya dengan seteguk air. 

ุงู„ุณَّุญُูˆุฑُ ุฃَูƒْู„ُู‡ُ ุจَุฑَูƒَุฉٌ ูَู„َุง ุชَุฏَุนُูˆู‡ُ ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†ْ ูŠَุฌْุฑَุนَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุฌُุฑْุนَุฉً ู…ِู†ْ ู…َุงุกٍ

Artinya : “Makan sahur adalah berkah maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang di antara kalian hanya minum seteguk air.” (HR Ahmad, hadits hasan, lihat Shahihul Jami’ush Shaghir, 1/686 no. 3683)

3. Mengisi hari dengan ibadah, namun juga menunaikan hak tubuh dengan tidur.

Dalam hadits Bukhari, nomor 1867, kitab Ash Shahabah halaman 426, dikisahkan Rasulullah saw mempersaudarakan Salman al-Fรขrisi dan Abu Darda`ra. Suatu saat Salmรขn ra mengunjungi Abu Darda` ra, dia melihat Ummu Darda`ra memakai pakaian kerja dan tidak mengenakan pakaian yang bagus. Salman ra bertanya kepadanya, “Wahai Ummu Darda`, kenapa engkau berpakaian seperti itu?” Ummu Darda` ra menjawab, “Saudaramu Abu Darda` ra sedikitpun tidak perhatian terhadap istrinya. Di siang hari dia berpuasa dan di malam hari dia selalu shalat malam.” Lantas datanglah Abu Darda` ra dan menghidangkan makanan kepadanya seraya berkata, “Makanlah (wahai saudaraku), sesungguhnya aku sedang berpuasa” Salman ra menjawab, “Aku tidak akan makan hingga engkau makan.” Lantas Abu Darda` ra pun ikut makan. Tatkala malam telah tiba, Abu Darda` ra pergi untuk mengerjakan shalat. Akan tetapi, Salman ra menegurnya dengan mengatakan, “tidurlah” dan dia pun tidur. Tak lama kemudian dia bangun lagi dan hendak shalat, dan Salman ra berkata lagi kepadanya, “tidurlah.” (dia pun tidur lagi-pen). Ketika malam sudah lewat Salman ra berkata kepada Abu Darda` ra, “Wahai Abu Darda`, sekarang bangunlah”. Maka keduanya pun mengerjakan shalat. Setelah selesai shalat, Salman ra berkata kepada Abu Darda` ra, “Wahai Abu Darda`, sesungguhnya Rabbmu mempunyai hak atas dirimu, badanmu mempunyai hak atas dirimu dan keluargamu (istrimu) juga mempunyai hak atas dirimu. Maka, tunaikanlah hak mereka.” Abu Darda` ra mendatangi Rasulullรขh saw dan menceritakan kejadian tersebut kepadanya. Nabi saw menjawab, “Salman benar.”

4. Melihat situasi dan kondisi saat melaksanakan ibadah. 

Nabi Muhammad pernah menegur sahabat Mu’adz bin Jabal ketika menjadi imam salat karena berlama-lama dengan bacaan surat yang begitu panjang. Hal yang menunjukkan bahwa pada tataran kecil saja, Nabi Muhammad begitu memerhatikan aspek keseharian para umatnya.

ุตَู„َّู‰ ู…ُุนَุงุฐُ ุจْู†ُ ุฌَุจَู„ٍ ุงู„ุฃَู†ْุตَุงุฑِู‰ُّ ู„ุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุงู„ْุนِุดَุงุกَ ูَุทَูˆَّู„َ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูَุงู†ْุตَุฑَูَ ุฑَุฌُู„ٌ ู…ِู†َّุง ูَุตَู„َّู‰ ูَุฃُุฎْุจِุฑَ ู…ُุนَุงุฐٌ ุนَู†ْู‡ُ ูَู‚َุงู„َ ุฅِู†َّู‡ُ ู…ُู†َุงูِู‚ٌ. ูَู„َู…َّุง ุจَู„َุบَ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ุฑَّุฌُู„َ ุฏَุฎَู„َ ุนَู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูَุฃَุฎْุจَุฑَู‡ُ ู…َุง ู‚َุงู„َ ู…ُุนَุงุฐٌ ูَู‚َุงู„َ ู„َู‡ُ ุงู„ู†َّุจِู‰ُّ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- « ุฃَุชُุฑِูŠุฏُ ุฃَู†ْ ุชَูƒُูˆู†َ ูَุชَّุงู†ًุง ูŠَุง ู…ُุนَุงุฐُ ุฅِุฐَุง ุฃَู…َู…ْุชَ ุงู„ู†َّุงุณَ ูَุงู‚ْุฑَุฃْ ุจِุงู„ุดَّู…ْุณِ ูˆَุถُุญَุงู‡َุง. ูˆَุณَุจِّุญِ ุงุณْู…َ ุฑَุจِّูƒَ ุงู„ุฃَุนْู„َู‰. ูˆَุงู‚ْุฑَุฃْ ุจِุงุณْู…ِ ุฑَุจِّูƒَ. ูˆَุงู„ู„َّูŠْู„ِ ุฅِุฐَุง ูŠَุบْุดَู‰ »

Artinya: “Mu’adz bin Jabal Al-Anshari pernah memimpin shalat Isya. Ia pun memperpanjang bacaannya. Lantas ada seseorang di antara kami yang sengaja keluar dari jama’ah. Ia pun shalat sendirian. Mu’adz pun dikabarkan tentang keadaan orang tersebut. Mu’adz pun menyebutnya sebagai seorang munafik. Orang itu pun mendatangi Rasulullah saw dan mengabarkan pada beliau apa yang dikatakan oleh Mu’adz padanya. Nabi saw lantas menasehati Mu’adz, “Apakah engkau ingin membuat orang lari dari agama, wahai Mu’adz? Jika engkau mengimami orang-orang, bacalah surat Asy-Syams, Adh-Dhuha, Al-A’laa, Al-‘Alaq, atau Al-Lai.l.” (HR Muslim no. 465)

5. Dermawan namun juga tidak melupakan kesejahteraan keluarga. 

Disebutkan dalam QS Al-Furqon mulai ayat 63 sampai ayat 77 tentang sifat generasi Ibadurrahman. Di antara sifat generasi tersebut adalah pertengahan adalam membelanjakan harta. 

ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฅِุฐَุง ุฃَู†ْูَู‚ُูˆุง ู„َู…ْ ูŠُุณْุฑِูُูˆุง ูˆَู„َู…ْ ูŠَู‚ْุชُุฑُูˆุง ูˆَูƒَุงู†َ ุจَูŠْู†َ ุฐَู„ِูƒَ ู‚َูˆَุงู…ًุง

Artinya: Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

Mereka bukan berarti generasi yang tidak memiliki harta, sebaliknya mereka tetap berharta dan banyak pula yang masuk dalam golongan kaya raya. Namun yang memberbedakan adalah cara pandang mereka terhadap harta tersebut. Generasi ‘Ibadurrahman meyakini bahwa harta ini adalah titipan. Mereka meletakkan harta di tangannya bukan di hatinya, sehingga mudah untuk mendermakan hartanya di jalan Allah. Meski begitu, ia tetap memperhatikan hak harta yang ia miliki terutama hak keluarganya agar mereka tidak menjadi generasi yang lemah (fakir). 

Nabi saw bersabda:

ุงู„ุซُّู„ُุซُ ูˆَุงู„ุซُّู„ُุซُ ูƒَุซِูŠุฑٌ –  ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ْ ุชَุฐَุฑَ ูˆَุฑَุซَุชَูƒَ ุฃَุบْู†ِูŠَุงุกَ ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْ ุชَุฐَุฑَู‡ُู…ْ ุนَุงู„َุฉً ูŠَุชَูƒَูَّูُูˆู†َ 
ุงู„ู†َّุงุณَ

Artinya: “Sepertiga. Sepertiganya itu cukup banyak. Sesungguhnya jika engkau meninggalkan para ahli warismu dalam keadaan kaya (cukup) itu lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin sehingga meminta-minta kepada orang lain“. [HR Bukhari, kitab Al-Janaiz no. 1295, dan Muslim, kitab Al-Washiyyah no. 1628]

Rasulullah saw telah menjelaskan bahwa menegaskan dalam hal ini tentang hikmah dilarangnya wasiat melebihi sepertiganya. Karena itu, jika ia mewasiatkan lebih dari sepertiganya lalu para ahli warisnya mengizinkan, maka hal itu tidak apa-apa. Wallahu a’lm bish-sha wab.

bpi_yayasan nur hidayah
๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ✨๐Ÿ’ซ
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah Literasi kami melakukan perbaikan pada Laptop kami karena hank Total. Kami bawa ke tempat reparasi. Selanjutnya kami menulis dan mengevaluasi kinerja pembelajaran kelas X MIPA 1 sampai X MIPA 6. Dari hasil evaluasi ini ada beberapa peserta didik yang harus mendapatkan panggilan intensif agar diketahui masalah dan kendalanya. Agenda ini kami lakukan sampai menjelang Jum'atan. 

Kami selanjutnya menunaikan Ibadah sholat Jum'at di Masjid dekat Rumah. Sudah nampak agak longgar dalam penegakan Protokol kesehatannya. Setelah Sholat Jum'at, Hujan turun dengan sangat deras. Kami tetap melanjutkan agenda pelatihan online dengan tajuk Guru Inovatif Class#7 Mengenal dan Memanfatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran bersama Reezky Pradata Sanjaya S.I.P. Materinya singkat, padat namun motivatif. Banyak ide yang bisa muncul setelah mengikuti kegiatan ini. Tinggal nanti menggu sertifikat hasil diskusinya. Agenda ini berakhir saat Adzan Ashar berkumandang. Dokumentasi kegiatan ini adalah sebagai berikut


Setelah Dzuhur, selanjutnya kami menjalankan aktifitas menulis jurnal harian, membuat jurnal pembelajaran, melakukan pengumuman presensi serta memantau perkembangan attempt dari peserta didik. Kegiatan ini untuk memastikan peserta didik benar-benar dapat menginformasikan kendala atau kondisinya yang menyebabkan tidak bisa mengikuti pembelajaran. Selanjutnya kami melanjutkan agenda BIMBINGAN BELAJAR KELAS XII dalam menyongsong SBMPTN. Bimbel kali ini dikhususkan untuk pembahasan KELAS XII dan soal HOTS. Agenda ini berakhir padapukul 14.45 WIB. Berikut dokumentasi pesertanya

Setelah ashar kami melanjutkan untuk mereview kegiatan dari pagi sampai dengan sore hari ini. Sembari melihat beberapa tugas peserta didik untuk diberikan penialain. Kami beristirahat dari mulai Maghrib sampai Isya untuk mengejar Target Tilawah dan mengistirahatkan gawai komputer kami. Setelah isya sekitar jam 19.45 WIB kami mengadakan Zoom meeting pembinaan bersama peserta didik kelas XII.  Hari ini kami membicarakan tentang kondisi persiapan SBMPTN mereka dan tentang Pancasila sebagai Ideologi Negara. Kami selalu berpesan sebagai siswa atau alumni SMAIT Nur Hidayah, kita harus moderat. Berpemikiran Modern tanpa meninggalkan Syariat. Agar lebih banyak menebar Berkat. Anak-anak binaan cukup antusias dan seru walau memang beberapa tidak bisa menyalakan kamera karena sedang perjalanan atau berada di Rumah Sakit. Zoom kami akhiri pada pukul 20.45 WIB. Berikut dokumentasinya 

Yap....Alhamdulillah semua bisa selesai sesuai dengan jadwalnya. Kami membutuhkan waktu 15 menit untuk menyelesaikan tulisan ini. Kami akhiri jam kerja hari ini pada pukul 21.00 WIB. Demikian laporan kegiatan hari ini ya. Alhamdulillah bisa dijadikan dokumentasi harian kami dalam upaya menolak lupa dan tertib dokumentasi.


Wassalamualaikum wr wb
Salam Belajar
Pak Dhe Fais Channel
Faisal Imam Prasetyo