BRIYOPHYTA (LUMUT)

Assalamualaikum wr wb
Salam Belajar Biologi

Semoga Sahabat Belajar semua dalam kondisi sehat ya.
Nah, Hari ini kita belajar Lumut ya...

Sebelumnya kita harus pahami dulu bahwa LUMUT merupakan satu dari beberapa divisi pada Kingdom PLANTAE. Jadi si dia ini sebenarnya masih deket sama tumbuhan paku dan tumbuhan berbji ya Sob... Sebagai Over view, mari simak sejenak penjabaran berikut:

KINGDOM PLANTAE

Salah satu ciri tumbuhan (Plantae) yang membedakannya dengan kelompok makhluk hidup yang lain adalah sel penyusun tubuhnya yang mengandung kloroplas. Sel tumbuhan merupakan sel eukariotik dan memiliki dinding sel yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Struktur tersebut menyebabkan dinding sel tumbuhan bersifat kaku. Tumbuhan bersifat autotrof atau dapat membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis. Dengan beberapa perkecualian, misalnya pada tumbuhan parasit makanan diperoleh dan inangnya. Proses fotosintesis terjadi karena tumbuhan memiliki klorofil yang berperan dalam proses penangkapan energi. Karena sifatnya yang autotrof, tumbuhan selalu menempati posisi pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan). Tumbuhan bersifat stasioner atau tidak dapat berpindah tempat. Akibat sifatnya yang pasif ini, tumbuhan harus beradaptasi secara fisik atas perubahan lingkungan dan gangguan yang diterimanya. Oleh karena itu, variasi morfologi tumbuhan jauh lebih besar daripada anggota regnum yang lainnya. Kingdom Plantae disebut juga sebagal dunia tumbuhan. Kingdom ini merupakan salah satu kingdom yang memiliki jumlah anggota cukup banyak. Tumbuhan dibagi ke dalam 10 divisi. Para ahli Biologi mengklasifikasikan Plantae berdasarkan hal-hal berikut.

  1. Perbedaan struktur jaringan yang membagi tumbuhan menjadi tumbuhan tidak berpembuluh atau Atrakeofita (nonvascular plants) dan tumbuhan berpembuluh Trakeofita (vascular plants).
  2. Perbedaan alat reproduksi yang membagi tumbuhan menjadi tumbuhan berbiji terbuka, berbiji tertutup, dan berspora.
  3. Perbedaan morfologi (penampakan tumbuhan menjadi lumut, dan herba. 


A. Klasifikasi Kingdom Plantae

1. Tumbuhan tidak berpembuluh 

--- Lumut:

-------- Divisio Bryophyta (Lumut daun)
-------- Divisio Hepatophyta (Lumut hati)
-------- Divisio Anthocerophyta (lumut tanduk)


2. Tumbuhan berpembuluh 

--- Tumbuhan tidak berbiji (Cormophyta)

-------- Tumbuhan Paku 

------------ Divisio Lycophyta
------------ Divisio Pteridophyta

------------------- Kelas Psilotopsida
------------------- Kelas Equisetopsida
------------------- Kelas Pteridopsida


--- Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) 

Kelompok Gymnospermae (Tumbuhan berbiji terbuka)

------------ Divisi Cycadophyta
------------ Divisi Ginkgophyta
------------ Divisi Coniferophyta
------------ Divisi Gnetophyta

Kelompok Angiospermae (Tumbuhan berbiji tertutup) 

------------ Divisi Magnoliophyta

------------ Kelas Monocotyledone (Magnoliopsida)
------------------- Famili Pandanaceae
------------------- Famili Graminae
------------------- Famili Cyperaceae
------------------- Famili Palmae
------------------- Famili Bromeliaceae
------------------- Famili Liliaceae

------------ Kelas Dicotyledones (Liliopsida)
------------------- Famili Moraceae
------------------- Famili Lauraceae
------------------- Famili Mimosaceae
------------------- Famili Caesalpiniceae
------------------- Famili Oxalidaceae 

 

Nah... Gimana Guys... Secara Umum Tentang Plantae Sudah Paham kaaaaan.... Hihihihi.
Lanjut ya, sekarang mari kita Fokus pada Tumbuhan LUMUT atau bahasa Ilmiahnya Brophyta/


TUMBUHAN LUMUT

Ciri-Ciri Umum Tumbuhan Lumut 

Tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri:

  1. Memiliki habitat di daerah yang lembap.
  2. Tumbuhan lumut merupakan peralihan dari thallophyta ke cormophyta, karena tumbuhan lumut belum memiliki akar sejati.
  3. Akar pada tumbuhan lumut masih berupa rhizoid, selain itu tumbuhan ini belum memiliki berkas pembuluh angkut xylem dan floem, sehingga untuk mengangkut zat hara dan hasil fotosintesisnya menggunakan sel-sel parenkim yang ada.
  4. Tumbuhan lumut memiliki klorofil atau zat hijau daun sehingga cara hidupnya fotoautotrof.
  5. Tumbuhan lumut dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan spora haploid dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.
  6. Dalam siklus hidupnya atau metagenesis tumbuhan lumut, akan didapati fase gametofit, yaitu tumbuhan lumut sendiri yang lebih dominan dari fase sporofit, yaitu sporogonium.


Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi tiga, yaitu:

Hepatophyta / Marchantiophyta (lumut hati)

      Lumut hati mempunyai bentuk yang sederhana dan thallus bersifat radial, bentuk seperti pita atau hati, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu dan mempunyai satu rusuk tengah yang tidak begitu jelas menonjol.  Selain itu, pada bawah thallus terdapat rhizoid yang bersifat fototrop dan dinding selnya mempunyai penebalan ke dalam membentuk seperti sekat yang tidak sempurna. Pada sisi bawah terdapat selapis sel yang menyerupai sisik perut. Permukaan atas thallus mempunyai lapisan kutikula, oleh sebab itu tidak mungkin dilalui oleh air.

      Sisa jaringan thallus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil atau sangat miskin klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan. Pada sisa atas rusuk tengah, terdapat badan seperti piala dengan tepi bergerigi yang merupakan piala eram atau keranjang eram (gametangium). Badan-badan tersebut berguna sebagai alat pembiakan vegetatif bagi gametofit.  Kemudian gametangium tersebut menggulung dan mengadakan percabangan hingga akhirnya membentuk satu badan seperti bintang.

       Lumut hati berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Secara seksual dengan arkhogenium atau alat kelamin betina dan antheridium atau alat kelamin jantan yaitu dengan membentuk gamet jantan (anteridium) dan gamet betina (arkogenium), kedua gamet ini terbentuk pada gametofit. Dalam siklus fase gametofit lebih dominan daripada fase sporofit. Secara aseksual, dengan cara membentuk spora dan pada sporofit membentuk gemma, yaitu titik tumbuh berbentuk cawan yang terletak pada bagian dorsal tumbuhan.

      Siklus hidup lumut hati sangat mirip dengan siklus hidup lumut daun. Di dalam sporongia beberapa lumut hati sel-selnya terbentuk kumparan yang muncul dari kapsul ketika kapsul tersebut membuka, yang membantu menyebarkan spora.

    Contohnya adalah Marchantia polymorpha, Marchantia geminata, dan Ricceia natans. Sebagian besar lumut hati ini mempunyai sel-sel yang mengandung minyak. Minyak tersebut berupa kumpulan tetes-tetes minyak atsiri. Tumbuhnya lekat dengan permukaan tanah yang lembap dengan ratusan rizoid yang panjang dan halus. Gambar 1. bisa memberikan gambaran struktur lumut hati.

Gambar 1. Lumut Hati
Atas 1 thallus; 2 archegoniophore muda; 3 archegoniophore dewasa;
4 gemma cups; Bawah Antheridiophore

silakan klik tautan berikut untuk melihat gambar selengkapnya 
http://www.vcbio.science.ru.nl/en/virtuallessons/hepatophyta/


Anthocerophyta (lumut tanduk)

        Lumut tanduk atau disebut juga Anthocerotopsida adalah anggota tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berspora. Tumbuhan ini biasa hidup melekat di atas tanah dengan perantara rizoidnya. Lumut tanduk sering dijumpai hidup di tepi danau, sungai atau di sepanjang selokan.

         Anthocerotopsida tidak berbeda jauh dengan lumut hati. Perbedaan lumut tanduk dengan lumut hati adalah sporofitnya yang membentuk kapsul memanjang dengan hamparan gametofit seperti karpet yang lebar. Lumut tanduk berdasarkan asam nukleatnya memiliki kekerabatan hubungan yang dekat dengan tumbuhan berpembuluh.  Lumut tanduk mempunyai talus yang sederhana dan hanya memiliki satu kloroplas pada tiap selnya. Pada bagian bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup. Morfologi sporofit tumbuhan lumut ini mirip seperti tanduk hewan sehingga disebut lumut tanduk.  Pangkal kapsul sporofit dilindungi oleh involukrum. Contohnya adalah Anthoceros leavisGambar 2. bisa memberikan gambaran struktur lumut tanduk.

Gambar 7.3. Struktur morvologis Anthocerotopsida
Sumber : http://www.generasibiologi.com

Musci / Bryophyta (lumut daun)

        Pada lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Bryopsida (lumut daun) memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Generasi gametofit berupa talus yang bentuknya seperti tumbuhan kecil.
  2. Talusnya mempunyai batang semu tegak dan lembaran daun yang tersusun spiral. Struktur mirip daun berfungsi untuk fotosintesis. Pada bagian dasar batang semu terdapat rizoid yang berbentuk seperti benangbenang halus dan berfungsi sebagai akar. Pada bagian pucuk terdapat alat perkembangbiakan generatif berupa anteridium dan arkegonium.
  3. Sporofit tumbuh pada gametofitnya atau pada tumbuhan lumut itu sendiri, serta bersifat sebagai parasit terhadap gametofit. 
    Contoh Bryopsida yaitu Sphagnum sp., Fissident sp., dan Polytrichum sp. Polytrichum sp. merupakan tumbuhan lumut berumah satu. Sporofit Polytrichum tumbuh menjulur dari gametofit. Gambar 3. bisa memberikan gambaran struktur lumut hati.

Gambar 3. Struktur morvologis Bryopsida (Polytrichum sp.)
Sumber : http://pak.pandani.web.id


Metagenesis atau Pergiliran Keturunan Lumut

Pada tumbuhan lumut, proses reproduksi secara seksual berlangsung melalui suatu proses yang disebut sebagai metagenesis. Dalam metagenesis, terjadi pergiliran keturunan antara generasi sporofit (2n) dan generasi gametofit (n). Ketika ada spora yang jatuh pada tempat yang sesuai, maka spora tadi akan tumbuh menjadi protonema. Protonema tadi akan segera tumbuh menjadi tumbuhan lumut dewasa yang akan menghasilkan gamet jantan, yaitu anteridium yang akan menghasilkan spermatozoid dan juga menghasilkan gamet betina, yaitu arkegonium yang akan menghasilkan ovum. Apabila terjadi fertilisasi antara spermatozoid dengan ovum maka akan terbentuk zigot, zigot tadi akan segera berkembang menjadi sporogonium yang akan menghasilkan spora. Spora yang dihasilkan sporogonium akan membelah dan akan keluar serta tumbuh lagi menjadi protonema. Siklus akan berjalan seperti semula.


Gambar 4. Metagenesis Lumut Sumber : http://www.biologipedia.com

Lumut juga dapat melakukan perkembangbiakan secara aseksual dengan pemisahan bagian tubuhnya (fragmentasi) dan pembentukan kuncup (gemma) pada bagian atas daun, kuncup yang terlepas tersebut akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut. Sebagai contoh, lumut hati dapat mel;akukan perkembangbiakan semacam ini.

Peranan Lumut bagi Kehidupan

Lumut memiliki beberapa peranan bagi kehidupan manusia. Peranan tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Dalam ekosistem yang masih alami, lumut merupakan tumbuhan perintis karena dapat melapukkan batuan sehingga dapat ditempati oleh tumbuhan yang lain.
  2. Lumut dapat menyerap air yang berlebih, sehingga mencegah terjadinya banjir.
  3. Lumut jenis Marchantia polymorpha dapat digunakan sebagai obat radang hati.
  4. Lumut Sphagnum dapat dijadikan sebagai bahan pengganti kapas untuk industri tekstil dan pembalut serta sebagai bahan pengganti bahan bakar.
  5. Lumut yang hidup di hutan-hutan atau di atas permukaan tanah dapat mencegah erosi dan mampu menyerap air sebagai cadangan air pada musim kemarau. 

Nah Sobat Belajar Sekalian....
Itulah sekelumit tentang Lumut
Kelihatannya banyak, tapi sebenarnya enak ko kalau mau kita baca pelan-pelan dan kita pahami.
Jangan menyerah ya guys....

Tetap semangat dan selalu riang gembira
Jangan Lupa Bahagia.

Wassalamualaikum wr wb
Salam Belajar Biologi
Pak Dhe Fais